Posted in Fiksi, Middle Grade, Misteri, Novel Seri, Novel Terjemahan

Lockwood & Co #3 : The Hollow Boy (Jonathan Stroud)

95612_f

Judul : The Hollow Boy (Pemuda Berongga)
Penulis : Jonathan Stroud
Alih Bahasa : Poppy D. Chusfani
Penerbit : Gramedia
Halaman : 440 Lembar
Cetakan I, 2016
ISBN : 978-602-03-2803-4

SINOPSIS

Hantu di loteng? Arwah gentayangan di kamar? Jangan takut —– ada Lockwood & Co.!

Anthony penuh pesona, George banyak akal, dan Lucy dinamis, sementara si tengkorak rajin melontarkan komentar-komentar sinis. Setelah Anthony buka-bukaan tentang masa kecilnya, suasana di antara mereka jadi lebih cair, dan Lucy semakin betah di Portland Row. Karena itu ia terkejut ketika George memperkenalkannya pada Holly Munro, asisten baru yang super efisien dan terlalu lincah sehingga menyebalkan.

Sementara itu, mereka menerima banyak laporan tentang penampakan, termasuk jejak kaki berdarah dan anak laki-laki berkilau di rumah tua. Namun, hantu sepertinya bukan masalah terbesar, sebab ada pembunuh yang berusaha melenyapkan Fittes dan Rotwell.

Berbagai kengerian menanti mereka dan, menunggu di pusat segala kekacauan itu, ada makhluk gaib yang sangat menakutkan. Mampukah Anthony dan rekan-rekannya menyisihkan masalah pribadi di antara mereka untuk menyelesaikan berbagai kasus?

REVIEW

Saking excited-nya buku ini terbit saya sampai lupa baca sinopsisnya waktu beli. Ini jelas bukan kebiasaan saya :p Setelah baca seperempat halaman baru saya keinget baca sinopsis dibelakangnya.

Di buku ketiga ini Lockwood & Co kedatangan anggota baru, Holly Munro, mantan anggota Agensi Rotwell yang diberhentikan. Setelah nama agensi mereka semakin naik daun, tawaran pekerjaan membasmi hantu-hantu pun semakin banyak, hal ini bikin mereka kewalahan, hingga akhirnya diputuskan untuk mencari anggota baru.

Dari awal bahkan sudah kecium kalo hubungan Lucy dan Holly ngga berjalan mulus, yah sesama cewek. Walaupun begitu Lucy mengakui bahwa Holly sangat berguna sekali di tim mereka.

Masing-masing karakter diseri ketiga ini mengalami peningkatan kekuatan dan pola pikir. Kemampuan Lucy diceritakan semakin meningkat pesat, bahkan cenderung tidak bisa dikendalikan lagi oleh dirinya. Akibatnya tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri, tapi juga nyawa timnya.

Lain cerita dengan Lockwood. Lockwood masih memendam misteri tentang masa lalunya, bahkan kemudian dia menghindari Lucy karena sesuatu hal. Sedangkan George, bakatnya sebagai peneliti semakin meningkat. George semakin mengukuhkan peran vitalnya dalam tim.

Kisah hantunya masih seperti biasa, khasnya Stroud. Tapi konfliknya semakin menajam. Kali ini mengenai Wabah Chelsea, dimana ada banyak hantu secara berkelompok menyerang manusia. Sayangnya setelah melalui fase-fase menegangkan saat membaca, bagian terbongkarnya misteri Wabah Chelsea ini menurut saya ngga terlalu bikin wah. Tapi tetep aja bagian akhirnya bikin penasaran, Arghh! :p Kenapaaa nggantung gituuu.  Ngga sabar nunggu buku berikutnya. Mudah-mudahan tahun depan sudah terbit. I give 5 stars.

Posted in Children Fiction, Fantasi, Middle Grade, Novel Terjemahan

The Mark of The Dragonfly (Jaleigh Johnson)

The_Mark_of_the_DragonflyJudul : The Mark of The Dragonfly
Penulis : Jaleigh Johnson
Alih Bahasa : Angelic Zaizai
Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai)
Halaman : 416 Lembar
Cetakan I, Januari 2016
ISBN : 978-602-72834-5-9

SINOPSIS

Satu-satunya impian Piper adalah keluar dari Kota Rongsokan Nomor Enam Belas. Namun, siapa sangka ia akan melakukannya dengan cara yang tak terduga, menjadi buronan kerajaan.

Ia pun tak sendiri, bersamanya ada gadis misterius yang bahkan tak tahu siapa dirinya. Gadis itu ia tolong dari sebuah karavan yang terjebak dalam hujan meteor di ladang tuaian. Siapa sebenarnya gadis ini? Mengapa ia memiliki tanda capung, tanda perlindungan raja?

Lantas rahasia apa yang disembunyikan oleh Gee, cowok misterius penjaga kereta rute 401 yang Piper dan Anna tumpangi dalam pelariannya?

REVIEW 

Membaca buku ini mengingatkan saya saat membaca The Boneshaker. Berasa ngesot lamaaa banget untuk sampai ke ujung cerita wkwk… Ritmenya ngga selama The Boneshaker sih, tapi cukup menguras kesabaran. Kadung penasaran akhirnya tetap dituntasin.

Hingga sampai setengah buku lebih pun saya belum nemu “kenapa” nya. Beberapa bagian ada yang bisa diraba, tapi tetep aja digantung setengah buku lebih dengan rasa penasaran rasanya gimanaaa gitu ya hahah…

Kita punya 3 tokoh sentral disini: Piper, Anna, dan Gee. Dunia mereka berisi badai meteor, pergolakan politik 2 kerajaan, sihir terselubung, perdagangan budak, dan makhluk-makhluk sihir yang belum dijelaskan asal usulnya di buku ini.

Bahkan saya sendiri belum dapet apa sebenarnya yang melatari badai meteor di dunia mereka. Setelah kemarin nyari-nyari di Google, ternyata buku ini punya sekuelnya. Sayangnya belum ada Bahasa Indonesia-nya. Lha yang pertama aja baru terbit Januari tahun ini 😀 Mudah-Mudahan buku keduanya bisa menjelaskan apa yang terjadi di buku pertama.

“Kau seharusnya tak takut pada siapa dirimu.” (page 266)

Posted in Buku Anak, Children Fiction, Fantasi, Fiksi, Middle Grade

Greenglass House (Kate Milford)

image

Judul : Greenglass House
Penulis : Kate Milford
Alih Bahasa : Linda Boentaram
Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai)
Halaman : 418 Lembar
Cetakan I, 2015
ISBN : 978-602-72834-4-2

SINOPSIS

Musim dingin di Greenglass House. Penginapan reyot bagi para penyelundup itu biasanya sepi di musim seperti ini, dan Milo, anak adopsi si pemilik penginapan, berencana menghabiskan liburannya disana untuk bersantai.

Namun, pada malam pertama liburannya yang dingin itu, tiba-tiba saja bel pengunjung berbunyi. Kemudian bel itu berbunyi lagi. Dan lagi. Dengan cepat rumah Milo sesak dengan tamu-tamu yang aneh, menyimpan rahasia, dan setiap mereka menyembunyikan cerita yang aneh yang entah bagaimana berkaitan dengan penginapan tua itu.

Ketika beberapa barang mulai hilang dan keadaan mulai memanas, Milo dan Meddy, anak sang koki, harus menguak petunjuk dan menguraikan jaringan misteri yang makin mendalam untuk menemukan kebenaran tentang Greenglass House – dan tentang mereka sendiri.

REVIEW

Positif deh jadi penggemarnya Milford. Ini kali kedua saya baca buku karya Milford. Buku yang pertama berjudul The Boneshaker, genre nya sama dengan buku ini, Children Fiction juga, tapi plotnya ga selama The Boneshaker.

“tapi bukan seharusnya begitu. Hanya karena biasanya seperti itu.” (page 3)

Seru sekali mengikuti petualangan Milo dan Meddy dalam mengungkap misteri tamu-tamu yang datang dan hubungan mereka semua dengan penginapan tua orangtuanya.

Masing-masing tamu ternyata memiliki kisah sendiri dan entah bagaimana kisah mereka itu terjalin secara aneh dengan penginapan tua tersebut. Jalinan kisah mereka inilah yang bikin kisah buku ini jadi sangat berwarna.

“… aku tahu kau tidak suka jika segala hal tidak terjadi sesuai harapanmu. Tapi dengar, kejutan itu tidak selalu buruk.”” (page 4)

Milford mengupas misteri semua tokoh-tokoh satu per satu, tidak terburu-buru. Satu per satu kisah ini akhirnya nanti akan menemui ujung, dimana masing-masing tokoh akan menemukan pelajaran berharga dibalik perjalanan mereka, termasuk Milo.

“Kau tidak otomatis jadi pemimpin hanya karena lebih tua. Bahkan, di dunia nyatapun kau tidak berkuasa hanya karena lahir lebih dulu.”(page 61)

Ga nyesel deh beli bukunya. Layak jadi koleksi dan diwariskan ke anak cucu 😀 5 Stars.

Posted in Children Fiction, English, Fiksi, Middle Grade, Novel

HOLES (Louis Sachar)

A71nobeZfZaLlhamdulillah. Yey! Done in 2 days. This is my first English Novel. *norak hehe

Awalnya rada frustasi karena bacanya sambil buka-buka google translate + nyatet vocabs. Saya ga suka baca + nyambil. Apalagi kalo baca saya suka skipping bagian-bagian yang saya anggap “gapapa kalo dilewatin”. 

Tapi karena niatnya sekalian pengen nambah vocabs bahasa Inggris wajibul kudu ga boleh skipping.  Lama-lama akhirnya menikmati. Kayanya bakal nagih nih baca novel bahasa Inggris. Menyenangkan ternyata menikmati sesuatu yang baru melalui hobi.

Sebenernya ga sengaja memulai. Buku ini salah satu buku bekas import dagangan saya. Baca-baca sinopsis belakangnya kok kayanya menarik ya. Bikin penasaran sama ending-nya. Walaupun bikin stres awalnya lama-lama keterusan bacanya.

Jadi ceritanya keluarga Yelnats memiliki sejarah panjang soal kesialan. Diyakini bahwa kesialan yang menimpa keluarganya hingga bergenerasi akibat dari kutukan nenek gipsi yang mengutuk kakek-kakek-kakek-buyut-yelnats karena melanggar janji.

Suatu hari kesialan kembali menimpa keluarga Yelnats, anak mereka Stanley dituduh mencuri sepatu hingga akhirnya dihukum disiplin ke Camp Green Lake. Semacam Camp anak-anak nakal yang kegiatannya menggali lubang setiap hari. Katanya sih menggali lubang ini untuk pembentukan karakter.

Tapi ternyata semua itu bohong. Dibalik itu semua, pemilik Camp Green Lake sebenarnya ingin menemukan suatu rahasia yang tertimbun di Camp Green Lake. Dan untuk menemukan rahasia tersebut sang pemilik tidak segan-segan menghabisi nyawa mereka. Rahasia apakah yang terpendam di kedalaman tanah tandus Camp Green Lake?

“When you spend your life living in a hole, the only way you can go is up.” (page 160)

Ga nyesel baca buku ini. Susah payahnya terbayar 😀 Cerita petualangan yang ringan tapi penuh pesan. Disampaikan dengan penyampaian yang sederhana sehingga yang baca dapat kesan dan pesan mendalam sehabis membacanya.

Ceritanya bersetting di Texas era sekarang dan era seratus tahun yang lalu. Misterinya pun dikupas satu per satu dengan timing yang pas, kecepetan ngga, terlalu lambat juga ngga, mengalir begitu saja. Yang suka novel dengan konflik yang ga terlalu rumit klop kalo baca novel yang satu ini.

“I’m not saying it’s going to be easy. Nothing in life is easy. But that’s no reason to give up. You’ll be surprised what you accomplish if you set your mind to it. After all, you only have one life, so you should try to make the most of it.” (page 57)

Posted in Fantasi, Fiksi, Middle Grade, Novel, Novel Terjemahan

Inkheart (Cornelia Funke)

Inkheart“Kan kau sendiri yang selalu bilang, buku pasti berat, karena seluruh dunia ada didalamnya.” (page 27)

Judul buku : Inkheart (Tintenherz)

Penulis : Cornelia Funke

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Penerjemah : Dinyah Latuconsina

Cetakan ke-4 September 2009

Hal : 536 lbr

SINOPSIS

Ayah Meggie – Mo – memiliki kemampuan ajaib: ia bisa mengeluarkan tokoh-tokoh dari buku yang dibacanya. Sayangnya, kehadiran tokoh-tokoh ini ternyata harus ditukar dengan manusia-manusia di dunia nyata.

Sembilan tahun yang lalu, Mo membaca Tintenherz. Tanpa sengaja ia memunculkan berbagai tokoh jahat buku itu, dan membuat ibu Meggie lenyap karena masuk ke buku. Capricorn dan Basta, dua tokoh jahat dari buku tersebut, lantas menculik Mo karena ingin Mo memunculkan lebih banyak lagi tokoh jahat dari Tintenherz. Termasuk sang Bayangan, monster menakutkan yang akan bisa membunuh semua musuh Capricorn. Capricorn juga menyuruh Mo mengeluarkan harta dari berbagai buku untuk membiayai kejahatannya di dunia ini.

Situasi makin rumit karena Meggie ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan ayahnya!

REVIEW

Kalau tidak menahan diri, mungkin hampir seluruh tulisan ini dipenuhi quotes. Yes! So many words in this book are so quotable. Inkheart adalah buku pertama dari Trilogi Inkworld. Selain quotable, banyak sekali pengetahuan tentang dunia per-buku-an yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mungkin karena hal itu juga, sekalipun bukunya 500 halaman lebih, saya tetap sabar membacanya. Karena tidak hanya diajak mengikuti petualangan Meggie dan Mo, tapi dapat bonus informasi dunia buku juga.

Ada beberapa tokoh penting yang membangun cerita di buku pertama ini :

Mo (Mortimer Folchart). Ayahnya Meggie. Seorang kutubuku. Meggie menyebut Ayahnya sebagai Dokter Buku, sebenarnya Mo seorang penjilid buku-buku langka. Mo kehilangan istrinya karena tidak menyadari kekuatan dirinya yang bisa mengeluarkan tokoh-tokoh dari dalam buku.

Meggie. Kurang lebih sama seperti Ayahnya untuk urusan buku. Seorang remaja kutubuku yang sangat dekat dengan Ayahnya. Dibalik ke-kutubuku-an-nya itu ternyata tersimpan jiwa yang pemberani.

Staubfinger. Bisa dibilang Funke berhasil membangun karakter tokoh yang satu ini. Tokoh yang memendam kepedihan mendalam dibalik kemisteriusannya. Staubfinger adalah pemakan api yang tidak sengaja dikeluarkan Mo saat membaca buku Tintenherz, bertukar tempat dengan istrinya Mo.

Gwin. Musang bertanduk peliharaan setianya Staubfinger.

Elinor Loredan. Bibi dari Istrinya Mo. Seorang kayaraya yang eksentrik. Pengoleksi buku-buku langka, dan sangat-sangat mencintai buku-buku tersebut. Hampir seluruh dinding rumahnya dipenuhi buku. Si-Sangat-Judes yang baik hati. Dibalik koleksi kata-kata judesnya itu tersimpan kasih sayang pada Meggie, Mo dan Resa.

Resa (Theresa). Istri Mo. Ibu Meggie. Terperangkap di dunia Tintenherz selama sepuluh tahun. Peran Resa mulai muncul dipertengahan buku.

Capricorn. Ini dia biang dari segala biangnya. Penjahat Tintenherz yang dikeluarkan Mo dari buku Tintenherz yang kemudian berambisi untuk menguasai dunia Mo.

Fenoglio. Penulis buku Tintenherz.

Basta dan Si Pesek. Anak-anak buahnya Capricorn yang setia. Salah satunya nanti berakhir tragis.

Mortola. Kepala Pelayan Capricorn yang judes dan jahat. Saat Fenoglio bertemu Meggie nanti akan diketahui siapa sebenarnya Mortola.

Farid. Tokoh dicerita 1001 Malam yang tidak sengaja dikeluarkan oleh Meggie.

Darius. Memiliki kemampuan yang sama dengan Mo. Tapi karena disiksa terus oleh Capricorn bikin Darius jadi gagap, sehingga tokoh-tokoh yang dikeluarkannya tidak sempurna.

Semua tokoh-tokoh diatas dibangun Funke dengan baik sekali. Masing-masing memiliki sumbangan besar dalam membangun cerita Inkheart. Sekalipun tokoh itu cuma seekor musang bertanduk seperti Gwin. Ada dua tokoh favorit saya dalam buku pertama ini, yaitu Elinor dan Staubfinger.

Elinor yang judes, ternyata memiliki hati yang baik. Belum lagi membayangkan perpustakaannya, duh, iri sekali. Sedangkan Staubfinger sendiri, dibalik sikapnya yang sinis ada pribadi lembut yang penyayang. Kepedihan dan kerinduannya terhadap kampung halaman menjadikannya membungkus diri dalam kata-kata sarkas. Saya paling seneng nyimak Staubfinger dan Elinor kalo lagi beradu mulut. Atau Elinor lagi beradu mulut dengan siapapun. hihi…

Sekalipun dibawa ke petualangan ajaib dan menegangkan, pada bagian akhirnya termasuk datar menurut saya. No klimaks. Saya bahkan ga sadar saat petualangan Meggie sudah berakhir, sampai bolak-balik ke halaman sebelumnya, khawatir ada yang ketinggalan. Udah nih ya? Kira-kira begitu perasaan saya.

By the way, buku ini sudah difilmkan dengan bintang utama Brendan Fraser. Ada beberapa tokoh yang jadi berbeda difilmnya. Terutama Darius. Difilmnya Darius kelihatan konyol dan gemuk, padahal aslinya dibuku tragis banget. Kisahnya juga sedikit berbeda, tapi ga banyak. Filmnya ga jelek kok. Malah saya nonton filmnya dulu baru baca bukunya. Urusan cover, untuk kali ini (lagi) cover yang versi Indonesia lebih keren menurut saya 😀 lebih antik.

Buku ini saya beri 5 bintang karena sukses bikin saya tetap sabar menikmati kata-katanya 😀

Posted in Children Fiction, Fantasi, Fiksi, Middle Grade, Novel, Novel Terjemahan

The Night Gardener (Jonathan Auxier)

night-gardener_the“… tak ada gunanya orang membenci hal yang tak bisa diubah.” (page 26)

Judul : The Night Gardener

Penulis : Jonathan Auxier

Alih Bahasa : Rini Nurul Badariah

Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai)

Cetakan 1 – Mei 2015

Hal : 382 lbr

Buku ini sama sekali bukan anggota wishlist-basket tadinya, bertemu di toko buku saat lagi nguber buku inceran. Walau begitu, ternyata saya ga nyesel belinya. Mungkin karena bukan wishlist, tanpa ekspektasi. Tertarik karena judul dan cover hijaunya yang misterius, kemudian baca sinopsisnya makin bikin penasaran. Akhirnya sukses kebawa sampai ke meja kasir 😀

Alkisah, sepasang kakak beradik yatim piatu bernama Molly dan Kip sedang menuju ke suatu tempat dimana pekerjaan baru mereka menanti, Wastu Windsor. Tidak seorang pun yang mau menunjukkan jalan kepada mereka ke Hutan Selatan, lokasi Wastu Windsor berada. Tempat itu terkenal misterius dan berbahaya, penduduk setempat memperingatkan mereka agar sebaiknya mengubah arah perjalanan, tapi apa daya, kondisi hidup Molly dan Kip tidak memberi pilihan lain. Sekalipun hati mereka merasakan hal yang sama, ada yang aneh dan misterius tentang tempat itu.

“… hanya karena kau tidak mau percaya sesuatu bukan berarti itu bohong.” (page 188)

Dipersimpangan jalan selanjutnya mereka bertemu dengan nenek tua misterius bernama Hester Kettle yang mengaku sebagai Juru Cerita di wilayah tersebut. Hester bersedia membantu mereka, asalkan mereka mau membayar dengan “cerita”. Cerita mengenai Wastu Windsor apabila mereka bertemu lagi, cerita apapun itu. Molly dan Kip menyanggupinya.

Ketika berhasil menyeberangi jembatan tua dan akhirnya sampai didepan Wastu Windsor, tak ada satupun yang menyambut. Tapi dengan mengejutkan sebuah suara anak kecil yang penasaran menyapa mereka ditepian tangga. Dia adalah Penny. Pertemuan Molly dan Penny terpotong oleh kehadiran seorang wanita cantik, dingin, dan putih bak porselein, Constance, dan seorang anak laki-laki bernama Alistair. Mereka semua adalah anggota keluarga Windsor. Constance adalah istri dari Tuan Bertrand Windsor, dan Penny serta Alistair adalah putra-putri mereka. Dan mereka semua sepucat mayat!

Hari-hari penuh keanehan dilalui Molly dan Kip, diintai bahaya tanpa menyadarinya. Apalagi dengan keberadaan sebuah pohon besar misterius yang menaungi hampir seluruh rumah. Sulur-sulurnya merambati dinding bak mulut yang siap menelan. Hampir setiap malam seluruh penghuni rumah dihantui oleh mimpi buruk yang hidup seperti nyata. Molly pun memergoki jejak-jejak kaki berlumpur setiap pagi. Hingga suatu hari ia melihat seorang lelaki misterius yang memasuki rumah dimalam hari dan memasuki setiap kamar. Yang paling mengerikan, pelan-pelan Molly berubah seperti keluarga Windsor, dingin dan pucat seperti mayat, tanpa ia sadari. Misteri apa yang sebenarnya menguasai keluarga tersebut?

REVIEW

Kejadian dan tokoh-tokoh dibuku ini diilhami oleh beberapa buku dan sejarah zaman Victoria dan Irlandia. Terdapat fakta menyeramkan pada masa itu, salah satunya adalah “Kelaparan Hebat di Irlandia” yang menimbulkan kehancuran tak terkatakan pada warga Irlandia. Tragisnya bukan karena Irlandia kekurangan bahan pangan, tapi bahan-bahan pangan yang baik di Irlandia dikapalkan ke Inggris, sementara untuk petani dan keluarga mereka yang ditinggalkan cuma kentang busuk.

Akibatnya banyak warga Irlandia –  termasuk keluarga Molly – yang akhirnya mencoba merantau ke Inggris atau ke Amerika Utara dengan menaiki kapal menyebrangi lautan, kapal ini dahulunya disebut “kapal jenazah”, karena dalam perjalanannya banyak warga Irlandia yang mati karena kelaparan, penyakit, ataupun kecelakaan kapal akibat badai. Orang-orang Irlandia – seperti Molly dan Kip – yang selamat sering menjadi bahan cemoohan. Irlandia terus menderita hingga tahun 1850-an.

Mengetahui ada kisah nyata dibalik buku ini bikin suasana sehabis bacanya jadi makin creepy. Sayang banget fakta sejarah ini diletakin dihalaman terakhir sebagai catatan pengarang, kalo aja diletakin dihalaman awal, walaupun cuma satu paragraf diselembar halaman, tidak masalah. Saya yakin suasana creepy dan gelap semakin nancep dalam.

Alur cerita ga ribet. Bukan tipikal buku yang harus bikin pembaca mikir rumit sama konfliknya. Pun pembaca ga butuh waktu lama untuk terjun langsung menikmati kemisteriusan kisah yang disajikan oleh penulis. Kalo covernya menurut saya pribadi lebih bagus yang edisi Indonesia 😀 Ga terlalu beda jauh sih sama yang Inggris, cuma yang Indonesia berasa lebih elegan dan misterius. This book made my day. So I give 5 stars for it.

“… cerita membantu orang menghadapi dunia, meskipun mereka takut. Sedangkan dusta berbuat sebaliknya. Dusta membantumu bersembunyi.” (page 300)

Posted in Children Fiction, Fantasi, Fiksi, Middle Grade, Novel, Novel Terjemahan

The Boneshaker (Kate Milford)

buku_the-BoneshakerSebenernya buku ini ceritanya menarik, sayangnya untuk sampai bagian ujungnya harus menempuh jalan “kejam” nan berliku hehe. Ibaratnya, kalo buku ini ada 100 bagian, nah 99 nya itu bagian ngos-ngosan, yang 1 bagiannya itu bagian cooling down. Nah, bayangin coba >_<

Ntah ada yang kelewat oleh saya atau gimana, yang jelas setelah lembar-lembar terakhir saya baru tau bagian WHY-nya. Karena memang pada bagian-bagian terakhir Milford menceritakan latar sejarah kenapa semua bisa terjadi. Lainnya sepanjang buku banyak berisi kisah teka-teki. Bukannya apa-apa sih, digantung penasaran selama 400 halaman itu ga enak buat saya hehe..

Ketika membacanya saya juga terpaksa beberapa kali bolak-balik ke halaman sebelumnya karena suka lupa nama tokohnya, atau kadang kebalik ngingetnya, efek umur apa :p Overall, saya ga nyesel belinya, cuma kalo ada seri kayanya memang ga niat nyambung, capek ngikutin ceritanya ^^” Syukurnya bukan buku seri. Walo menurut saya sebenernya latar sejarahnya itu keren, lho.

SINOPSIS

Natalie cewek aneh. Eh, bukan aneh. Dia cuma punya hobi yang lain ketimbang cewek sebayanya. Dia tidak suka main boneka, tetapi lebih tertarik pada mesin. Lebih tepatnya, dia menyukai sistem kerja mesin dengan roda penggerak. Aneh, kan?

Makanya, dia tertarik untuk menaklukkan sebuah sepeda aneh bernama “Boneshaker”. Sialnya, mengendarai sepeda yang satu ini lebih sulit ketimbang menunggangi kuda liar. Selain itu, kota tempat tinggal Natalie kedatangan sebuah rombongan karnaval. Cewek yang penuh rasa ingin tahu ini mencium ada yang tidak beres dengan karnaval itu.

Inilah novel mencekam dengan tokoh tak terlupakan, Natalie Minks, seorang cewek berumur tiga belas tahun yang cerdas dan pemberani. Rasa ingin tahunya mendorong dia menyelidiki sebuah misteri yang berujung pada tersingkapnya sebuah kenyataan mengerikan.

The Boneshaker adalah sebuah novel yang asyik dibaca dan bikin penasaran tentang cinta, keluarga, dan keberanian menghadapi kekuatan jahat demi kepentingan orang banyak.

———————-

  • Judul      : The Boneshaker (Petualangan Seru Natalie Membongkar Misteri Sebuah Karnaval)
  • Penulis    : Kate Milford
  • Penerbit  : Atria
  • Halaman : 416
  • ISBN      : 978-602-71458-0-1
  • Terbit     : Oktober 2014