Posted in Islamic Books

Pilih Kasih Penyakit (Abdullah Zaen, MA)

IMG_2570

Judul buku : Pilih Kasih Penyakit
Penulis : Abdullah Zaen, MA
Penerbit : Pustaka Tunas Ilmu
Tahun Terbit : Maret 2016
Halaman : 83
Peresensi : Ira Marby

Buku ringan tapi berat. Karena disampaikan dengan bahasa yang mengalir ringan, membacanya seperti sedang “mendengar” langsung ceramah Ustadz Abdullah Zaen. Merasa ditegur lewat buku ini. Nyatanya selama ini saya memang timpang sekali ketika menghadapi antara penyakit jasmani dan rohani.

Betul. Buku ini mengingatkan kita tentang betapa seringnya kita lebih abai kepada penyakit rohani alias penyakit hati yang menjangkiti kita, padahal penyakit hati ini berdampak buruk sekali pada diri sendiri dan juga orang lain. Belum lagi kerugian yang kita terima di akhirat.

Sombong, Hasad, Riya, Su’udzan dan lainnya. Penyakit-penyakit yang bahkan kadang kita tidak sadar sedang menghinggapi hati kita padahal nyatanya penyakit-penyakit tersebut bahkan jauh lebih berbahaya efeknya dibandingkan penyakit fisik.

Buku ini bertujuan untuk menyadarkan kita agar lebih adil dalam menyikapi penyakit.

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh jasad akan baik. Namun jika ia rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa segumpal daging tersebut adalah: hati.” (HR. Bukhari dan Muslim dari an-Nu’man bin Basyir ra)

Posted in Islamic Books

Hajj with Love (Soraya Dimyathi & Yon Machmudi)

IMG20150210092035

“…faktor yang paling menentukan untuk terealisasikannya ibadah haji adalah faktor niat. Kemauan kita untuk mengorbankan kekayaan dan semangat untuk menyisihkan uang agar segera menjadi tamu Allah. Allah lah yang akan membuka jalan selebar-lebarnya.” (hal 18)

Baca buku ini bikin saya nostalgia kembali dengan perjalanan haji dengan ibunda saya 4 bulan yang lalu, bikin rindu. Sebenernya beli bukunya sebelum pergi haji september lalu, tapi baru sempet dibaca sekarang (__!)

Hajj with Love adalah sebuah memoar perjalanan Haji Soraya Dimyathi dan Yon Machmudi yang disampaikan dengan ringan tapi bikin yang baca terinspirasi, saya yakin, kalo baca buku ini yang muda-muda jadi kepengen banget daftar haji selagi muda 😀

Dengan tagline : Berhaji Saat Muda, Berkah Saat Tua, kedua penulis mengajak pembaca mempelajari kembali “faktor mampu” yang selama ini menjadi momok bagi sebagian orang untuk pergi berhaji. Benarkah faktor mampu ini menjadi “syarat utama”.

“… haji itu tidak identik dengan uang. Nyatanya, banyak orang kaya yang tidak naik haji. Sebaliknya, ternyata banyak juga orang miskin yang berhaji.” (KH. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren di Rembang)

Artinya, memang haji itu membutuhkan biaya, tapi tidak serta merta yang kaya bisa naik haji dan si miskin tidak bisa berangkat haji bukan? (page 17)

Tidak itu saja, kedua penulis juga membagi pengalaman mereka dari awal sekali, dari niat ingin mendaftar haji hingga ketika kaki mereka telah menjejak di tanah suci. Pun bagaimana perjuangan mereka mengumpulkan uang untuk pelunasan biaya haji.

“Kami merasakan betapa Allah tak segan-segan turun tangan membantu kami. Banyak pintu rezeki dibukakan untuk kami….” (hal 26)

Banyak sekali bagian-bagian di buku ini yang bikin saya jadi semangat untuk nabung haji, yang kali ini saya berharap bisa pergi dengan Suami (aamiin..). Beberapa bagian lainnya bikin nangis ketika membacanya, kangen sekali dengan Makkah dan Madinah. Dan bagian lainnya mirip dengan pengalaman saya, salah satunya dibagian ketika saya harus meninggalkan Anak dan Suami (sewaktu didaftarkan haji oleh orangtua, saya masih berstatus anak gadis ayah 🙂 )

Rasanya berat sekali ketika meninggalkan mereka berdua, apalagi beberapa sebelumnya saya dan suami baru kehilangan putra kedua kami, Arman Abdullah. Rasanya hati ini campur aduk, antara bahagia yang luar biasa tapi juga perih.

“Alhamdulillah, Allah memang tidak akan membiarkan hamba-Nya dalam kekhawatiran selama memenuhi panggilan-Nya. Selama jauh dari orangtuanya, anak-anak ternyata lebih mandiri dan pintar-pintar. Hal yang kami takuti tidak pernah terjadi, mereka sehat-sehat selalu. Bahagianya kami melihat mereka lebih segar dan tambah besar. Allah mendengar doa-doa kami.” (hal 42)

Begitulah, ternyata hari pun tetap berjalan menyenangkan dan penuh haru selama saya disana, bukan berarti tidak rindu dengan keluarga, tapi memang ternyata Allah menjamin setiap tamu-Nya selama di rumah-Nya.

Karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mengalir, buku ini benar-benar menggerakkan hati (saya) dan suami untuk segera mengalokasikan setiap pundi untuk perjalanan haji, walau tertatih-tatih, ya Allah kuatkanlah hati-hati kami 😥

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian memaksakan diri untuk melakukan perjalanan kecuali kepada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.” (Shahih Bukhari)

Posted in Challenge, Islamic Books, Reading Challenge

Islamic Reading Challenge (IsRC) 2015

I’m officially signing up for Islamic Reading Challenge (IsRC) 2015. This challenge is hosted by YukMembacaBukuIslami. Oyaa, Islamic Reading Challenge (IsRC) baru pertama kali diselenggarakan tahun ini insyaAllah. Ada special gift nyaa! 😀

P_20141221_111404Here are the guidelines :

  • Peserta WAJIB memiliki blog (tema blog bebas) dan tidak dikondisikan private karena ulasan buku akan dibaca kalangan umum,
  • Peserta boleh dari negara manapun, tapi jika memenangkan hadiah hanya dikirim ke alamat di Indonesia,
  • Pendaftaran silakan mengisi link dibawah ini
  • Ulasan buku harus original, jika ditemukan ada unsur copy paste, peserta akan digugurkan,
  • Tantangan berlangsung dari 1 Januari s/d 31 Desember 2015,
  • Setiap bulan mengulas buku yang memuat nilai islami, baik fiksi maupun non fiksi (mencantumkan data buku)
  • Untuk IsRC perdana ini tidak ada tema khusus setiap bulannya, peserta bebas memilih tema buku untuk diulas,
  • Peserta wajib follow twitter @bacabukuislam atau fanpage Baca Buku Islam
  • Peserta wajib memasang banner IsRC’15 yang dihubungkan dengan informasi Islamic Reading Challenge 2015,
  • Setiap ulasan menampilkan link Islamic Reading Challenge 2015 dan membagikannya melalui twitter dan atau fanpage Baca Buku Islam
  • Setiap link ulasan dikirim ke kolom dibawah ini
  • Penilaian:
    • Kualitas ulasan buku (nilai islami dalam buku, bahasa santun, tidak hanya menceritakan isi buku tetapi juga kelebihan dan atau kekurangannya)
    • Kuantitas ulasan buku dalam waktu sebulan/setahun

Hadiah IrRC’15

    • Pemenang Bulanan

Setiap bulan ada 1 orang pemenang yang akan mendapatkan buku pilihan (dan WAJIB diulas maksimal sebulan setelah diterima)

    • Pemenang Akhir Tahun

Pemenang mendapatkan voucher sebesar 300.000 dari Parcel Buku.

Pemenang dan hadiah bisa berubah (baca: bertambah) jika ada tambahan sponsor atau donatur yang ingin berpartisipasi.

Sponsorship:

NB: Sponsor/donatur yang ingin berpartisipasi silakan menghubungi sinthionk@gmail.com

More details please visit this blog YukMembacaBukuIslami.