Posted in Non-Fiction, Parenting, Wanita / Women

Letters to Aubrey (Grace Melia)

LettersToAubreyJudul : Letters to Aubrey

Penulis : Grace Melia

Penerbit : Stiletto Book

Cetakan I, Mei 2014

Hal : 266 lbr

Sesuai judulnya, buku ini berisikan tentang kumpulan surat untuk Aubrey, anak Ibu Grace yang terinfeksi virus Rubella. Ungkapan hati seorang Ibu yang disampaikan dengan jujur dan apa adanya. Bahkan dari pertama saya membacanya pun mata sudah berkaca-kaca. Sebagai Ibu, ada beberapa hal pernah yang pernah kita rasakan seperti beberapa kejadian dibuku ini , seperti ketika orang lain merasa lebih tau bagaimana masalah hidup kita, atau bagian ketika orang lain tidak bisa menahan lidahnya untuk berkata yang baik saja daripada membicarakan hal yang sebenernya mereka ga paham, ujungnya malah menyakiti, apalagi saat kondisi itu pada titik sulit. Saat membacanya rasanya turut hanyut dengan perasaan Ibu Grace. 

By the way, bagi saya yang memang suka nulis nyampur bahasa Inggris, hal satu ini bukan masalah, tapi buat yang tidak terlalu paham kosakata bahasa Inggris agak mengganggu, sedikit aja. Soalnya buku ini lumayan banyak dihiasi kalimat-kalimat bahasa Inggris untuk ukuran sebuah buku Indonesia. Sekalipun ada nilai “wajar” nya, karena memang buku ini diambil dari blog-nya Ibu Grace. Lepas dari itu, dari buku ini saya belajar dan diingatkan untuk selalu bersyukur dan bersyukur. Mengingatkan saya bahwa Allah jauh lebih tau yang terbaik untuk hamba-Nya, pahit sekalipun 😦 Terima kasih ya Ibu Grace dan Aubrey.

SINOPSIS

Congenital Rubella Syndrome merupakan kumpulan kelainan bawaan akibat virus rubella yang menginfeksi kehamilan seorang perempuan.

Melalui buku ini, penulis mengajak kita masuk dalam perjalanan yang penuh warna ketika dia membesarkan putrinya yang berkebutuhan khusus–akibat terinveksi virus rubella. Ada penolakan, kecewa, dan juga letih yang lambat laun menjadi rasa ikhlas dan optimis. Sebagai ketua komunitas Rumah Ramah Rubella, penulis juga membuka wawasan kita tentang TORCH pada umumnya dan rubella pada khususnya. Dia pun menyerukan pesan kepada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk terus optimis karena mereka tidak berjuang sendirian.

Semua informasi, pesan, serta rasa cintanya pada sang anak dituangkan dalam bentuk kumpulan surat dengan kata-kata yang ringan dan penuh makna. Buku ini sarat akan cinta seorang ibu pada anaknya. Lewat kumpulan surat ini, penulis ingin putrinya mengerti bahwa ia dicintai dan dibanggakan sebagaimana adanya.

Testimoni:

“Perjuangan Ibu Grace untuk Aubrey, putrinya, menunjukkan bahwa setiap anak adalah spesial. Kasih sayang dan pendampingan orangtua, bukan hanya menjadi obat, tapi juga menunjukkan nilai kehadiran seorang anak di antara keluarga.” Andy F. Noya

“Membaca kisahnya, saya menangis. Bukan sedih, saya salut dan bangga sekali sama Grace. Membaca buku ini membantu kita membuka mata lebih lebar dan meluaskan hati agar ikhlas.” Maulita Iqtanti – Managing Editor http://www.mommiesdaily.com

Advertisements

Author:

Fulltime Bookworm | Wife | Mom of Two | Lifetime Learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s