Posted in Non-Fiction, Novel Terjemahan, Parenting

Saga No Gabai Bachan : Nenek Hebat dari Saga (Yoshichi Shimada)

ff2514355151a37df98460f913689f80Buku penuh pelajaran dari Jepang. Ringan mengalir tapi berat pesan-pesannya. Berkisah tentang perjuangan Nenek Osano dengan segala kekurangan dalam hidupnya membesarkan Akihiro dengan cara yang bijak dan jenaka. Mereka tinggal di sebuah Desa di Kota Saga.

Tadinya Akihiro tinggal di Kota Hiroshima bersama Ibu dan Abangnya, Ayahnya telah meninggal sejak Ia bayi. Karena keadaan ekonomi yang memburuk dan kondisi Hiroshima pasca Bom Atom belum stabil, maka Akihiro dengan berat hati akhirnya dikirim ke Saga untuk dirawat oleh Nenek dari pihak Ibunya, Nenek Osano.

Ada banyak kalimat yang bikin saya ketawa padahal kondisi Nenek Osano dan Akihiro saat itu sedang terjepit >_< Hal ini efek dari ide-ide cemerlang Nenek dan jawaban-jawaban absurdnya yang bikin kita geleng-geleng kepala. Moto Nenek adalah “Miskin ceria”.

“Ada dua jalan buat orang miskin. Miskin suram dan miskin ceria. Kita ini miskin yang ceria. Selain itu karena bukan baru-baru ini saja menjadi miskin, kita tidak perlu cemas.” (page 63)

See, jawaban Nenek ketika Akihiro melihat kenyataan keadaan hidup mereka yang miskin >_<  Nenek punya segudang jawaban untuk menjawab setiap keluhan Akihiro. Dan jawaban-jawaban polosnya itu sebenarnya penuh isi yang menjadikan Akihiro kelak menjadi manusia yang sederhana sekalipun memiliki kelebihan materi.

Dalam kehidupan mereka pun ada pribadi-pribadi berbudi luhur yang kemudian mewarnai karakter Akihiro.

Guru-guru Akihiro. Ternyata sudah menjadi rahasia umum di kalangan para Guru kehidupan miskin Nenek dan Akihiro. Jadi setiap perhelatan olahraga tahunan di sekolah, Guru-guru bersepakat untuk “pura-pura sakit perut” dan kemudian mengajak Akihiro bertukar bekal. Tentu saja Akihiro senang diajak bertukar bekal, lauk pauk para guru mewah dan enak-enak. Bekal Akihiro soalnya cuma nasi dan sayur. Kebaikan para Guru ini diketahui Akihiro menjelang saat-saat terakhir Ia di sekolah dasar.

Ada juga Paman Penjual Tahu langganan Nenek. Jadi karena Tahu-tahu ini dijual-keliling dengan sepeda oleh Paman, jadi selalu saja ada yang rusak. Nah, yang rusak itu dijual setengah harga oleh Paman, jadi 5 yen. Tahu-tahu itulah yang dibeli Nenek. Saat Paman lewat, Nenek menyuruh Akihiro untuk membeli Tahu. Ketika melihat keranjang ternyata Tahu-tahu tersebut tidak ada yang rusak, Akihiro berteriak dari luar gubug untuk memberitahu Nenek, tapi Paman mencegah. Paman kemudian merusak Tahu tersebut dan kemudian memberikan pada Akihiro, jadi Akihiro tetap membayar setengah 🙂

Hidup itu gabungan dan berbagai kekuatan. (page 165)

Tidak ada yang menandingi ide-ide Nenek dalam kisah ini untuk menghadapi kemiskinan yang membelenggu hidupnya. Bahkan Nenek adalah seorang penjaga lingkungan. Salah satu ide Nenek adalah memasang tali yang diujungnya dipasang magnet kemudian diikatkan dipinggang (seperti gambar di cover). Jadi kalo Nenek pulang dari kerja nyapunya di sekolah, magnet itu akan menarik benda-benda yang terbuat dari logam. Nah, benda-benda itu nantinya bisa dijual Nenek untuk menambah uang belanja mereka. Uniknya cara ini malah jadi tren oleh anak-anak di Saga >_<

Nenek juga memasang Galah di sungai di depan gubug mereka. Jadi itu fungsinya kalo ada barang atau bahan makanan dari pasar yang terbuang dan tersangkut, akan dipungut oleh Nenek. Bagi Nenek sungai itu merupakan “mini market” gratis yang alami. Cuma ya itu, belanja disitu ga bisa kita yang atur. Misal hari ini kita pengen makan timun, tapi yang datang dari sungai ternyata Lobak.

“Lobak yang berujung dua sekalipun, kalau dipotong-potong dan direbus, sama saja dengan yang lain. Timun yang bengkok sekalipun, bila diiris-iris dan dibumbui garam, tetap saja timun.”

Dan yang paling anti-mainstream dari Nenek adalah waktu Nenek marah ketika Akihiro belajar sampai larut malam setiap hari karena mau menghadapi ujian.

“Kau terlalu sering belajar, bisa-bisa nanti jadi kebiasaan!” (page 161)

Duh, Nek >_< Ekstrim hehehe… Ke-anti-mainstream-an Nenek menjadikan buku ini sangat kaya. Mendidik. I give 5 stars for this book. Thank you for the lessons ya Nek…

 ———————–

Judul Buku : Saga No Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)

Penulis         : Yoshichi Shimada

Penerbit      : Pustaka Inspira

ISBN             : 978-602-97066-2-8

Advertisements

Author:

Fulltime Bookworm | Wife | Mom of Two | Lifetime Learner

2 thoughts on “Saga No Gabai Bachan : Nenek Hebat dari Saga (Yoshichi Shimada)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s