Posted in Fantasi, Fiksi

Divergent #1 (Veronica Roth)

indexUntuk kedua kalinya beli buku gara-gara nonton film nya. Setelah “menderita” 2 hari akibat galau beli apa ga yaa, akhirnya beli juga, itu juga setelah drama bolak-balik 2 kali dalam 2 hari yang berbeda ke toko buku, super sekali -_-“

Sebelum nge-review kayanya lebih ramah-mata kalo saya tampilkan juga kisi-kisi isi buku ini.

Buku ini berkisah tentang dunia distopia – Chicago masa depan – dimana manusia terpisah berdasarkan faksi-faksi berdasarkan sifat alamiah mereka.

Ada 5 faksi :

1. Abnegation, the selflessness faction. Menjunjung tinggi ketidakegoisan, suka menolong, tidak ada ambisi pribadi, dan mereka tidak bercermin, ini cermin kata benda loh, alias bener2 ga pake cermin di rumahnya, mereka pake cermin saat2 tertentu aja. Mereka juga identik dengan pakaian abu-abu, yang melambangkan kesederhanaan, tidak mencolok. Karena sifatnya itu faksi ini dipercaya untuk menjalankan roda pemerintahan. Dari faksi inilah, Beatrice Prior, tokoh utama cerita di buku ini berasal.

2. Dauntless, the brave one. Keberanian, kebebasan, nekad? kira-kira begitulah gambaran faksi ini. Karena tipikal nya itu mereka dipercaya sebagai penjaga keamanan kota.

3. Amity, cinta damai. Kerja pokok mereka bercocok tanam. Men-supply bahan makanan ke seluruh kota.

4. Erudite, kaum intelektual berpengetahuan. Yang lebih condong pada pengetahuan disini tempatnya. Pekerjaan mereka adalah guru dan peneliti.

5. Candor, jujur dan adil. Mereka ditempatkan di bidang hukum

Pada usia 16 tahun, para kaum muda semua faksi akan mengikuti Tes Pemilihan Faksi dimana mereka akan memilih faksi menurut hasil tes mereka. Ada yang tetap di faksi asal mereka, ada juga yang memilih tidak. Dan Beatrice, memilih tidak. Beatrice gadis muda dari faksi Abnegation memilih meninggalkan faksi nya dan bergabung dengan Dauntless, dan mengubah namanya menjadi Tris. Tapi gabung ke Dauntless ga terjadi begitu saja, harus melewati tantangan inisiasi, dimana jika mereka lulus maka mereka akan selamat dan bergabung dengan Dauntless, dan jika tidak, maka mereka akan menjadi Factionless (tanpa faksi). Factionless adalah sekelompok orang yang tidak masuk faksi manapun, mereka terkucil dan hidup menggelandang.

Namun saat ujian pemilihan ada satu hal yang tidak diketahui orangtua dan saudara laki-laki Tris, bahwa Tes saat ujian pemilihan faksi tidak bekerja pada tubuh Tris, yang artinya Tris adalah Divergent. Divergent bagi sekelompok orang, terutama faksi Dauntless dan Erudite adalah orang yang berbahaya, karena tubuh dan pikiran seorang Divergent tidak bisa dikontrol oleh serum yang Erudite ciptakan sebagai kontrol kehidupan di semua faksi selama ini.

Dan saat ujian inisiasi di faksi Dauntless sedang berjalan, di luar dunia mereka ternyata sedang terjadi pergolakan yang diprakarsai oleh faksi Erudite. Pergolakan itupun terjadi di dalam tubuh faksi Dauntless sendiri. Erudite mencoba memprovokasi masyrakat semua faksi bahwa faksi Abnegation telah menyalahgunakan kekuasaan mereka selama ini. Erudite juga memperalat para Dauntless dengan menggunakan serum pengontrol untuk mengendalikan semua pikiran mereka. Tapi tentu saja, para Divergent tidak bisa dikontrol, dan karena itulah mengapa Erudite ingin mencari dan membunuh semua orang-orang yang memiliki hasil tes Divergent.

REVIEW

Awalnya ga masuk akal bagi saya, masa iya ada dunia dibagi berdasarkan sifat manusia, kacau banget ga sih jadinya. Masalahnya sifat manusia itu kompleks, dan diciptakan beragam untuk saling menyeimbangi. Ga kebayang kalo semua manusia bengis dikumpulin jadi 1 faksi. Tapi ya namanya dunia khayalan, iya aja deh 😀 (nanti di buku terakhirnya akan ada bagian dimana kita baru paham masalah pembagian sifat ini).

Namun setidaknya buku ini tidak berisi sandiwara cinta macam The Hunger Games buku pertama yang hampir bikin saya muak tiap masuk bagian itu :p Tapiii bukan berarti buku ini lebih baik dari Hunger Games ya, kedua trilogi ini memiliki cerita dengan model yang sama tapi mendapatkan klik yang berbeda di hati saya, dua2 punya kenikmatan yang berbeda ketika saya membacanya.

Memang ada kisah cintanya, tapi bukan sandiwara, antara tokoh utama Tris, dan instruktur nya selama Inisiasi, Four, yang dingin dan misterius. Di bagian akhir buku ini nantinya Tris akan tau dari faksi mana Ayah dan ibu nya berasal, juga siapa Four sebenarnya.

Buku pertama ini tidak terlalu digali tokoh dan juga latar sejarah dari “Kota dengan Faksi” ini. Untuk sementara, buku pertama lebih banyak berisi tampilan permukaan konflik, jadi kalau mengharapkan emosi dikuras, bukan di buku ini.

By the way standing applause for Veronica Roth, di usia muda bisa menghasilkan buku best seller seperti ini 🙂

Advertisements

Author:

Fulltime Bookworm | Wife | Mom of Two | Lifetime Learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s