Posted in Fiksi, Novel

INFERNO (Dan Brown)

dbinfernoSekalipun sudah hafal dengan gaya berkisah Dan Brown (karena hampir semua bukunya sudah dibaca), tetep aja saya penasaran dengan buku terbarunya ini. Tentang apa kali ini.

Buku kali ini sama seperti buku-buku sebelumnya, berisi dengan hal-hal tidak terduga, tapi itulah yang saya hafal dari Dan Brown, karena semua buku-bukunya modelnya beginian, jadi sambil baca saya udah buat banyak prakiraan duluan hehe. Brown memang selalu sukses bikin rasa penasaran saya berlipat-lipat.

Buku ini dibuka dengan kebingungan Robert Langdon yang menemukan dirinya tiba-tiba berada di rumah sakit, Florence, Italia. Ia lupa total mengapa dirinya bisa sampai di Italia sementara seingat Langdon tempat terakhir dia berpijak adalah Massachutes. Langdon tidak sadar bahwa ia sedang berada dalam pusaran konspirasi yang sedang memanfaatkan kemampuan dirinya. Pun sejak sadar dari rumah sakit ia dihantui mimpi buruk yang sama, seorang wanita berambut perak. Siapakah wanita itu?

Dengan bantuan dr. Sienna Brooks, seorang dokter brilian yang menyelamatkannya di rumah sakit Florence, Langdon mencoba menguak misteri apa yang terjadi dibalik semua yang ia alami, mengapa dia tiba-tiba berada di Florence, wanita berambut perak yang menghantui tidurnya, dan apa hubungannya dengan INFERNO, puisi legendaris seorang seniman terbuang Florence, Dante. Dan apakah ini hanya soal Karya Dante saja, atau ada cerita lain mengerikan dibaliknya.

Seperti yang saya sebut sebelumnya, buku ini penuh dengan twist, dari alur cerita hingga tokohnya. Dan kemudian, satu-satunya yang bikin saya googling adalah puisi fenomenal Dante. Padahal biasanya kalo baca karya Brown bikin saya ngoprek-ngoprek minimal beberapa hal di google.

Di Inferno, selain (seperti biasa) Brown memaparkan karya-karya agung dan tempat-tempat eksotis dengan detail, juga lebih banyak bercerita tentang perjalanan Langdon mengurai benang kusut misteri dari keberadaannya di Italia, hingga apa hubungan “Inferno” sebenarnya dengan semua yang terjadi. Si Antagonis adalah Si Jenius tak terduga yang jarang muncul, tapi pemilik kunci krusial dalam lika-liku buku ini. Tapi karena kebanyakan twist-nya menurut saya buku ini malah hilang fokus.

Overall, sepertinya pada buku kali ini Brown lebih mengandalkan pada keahliannya meramu twist-twist daripada inti cerita yang ingin disampaikan. IMHO.

happy reading

Advertisements

Author:

Fulltime Bookworm | Wife | Mom of Two | Lifetime Learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s