Posted in Buku Anak

Seri Aku Berhati-hati (Tiga Ananda)

image

Cerita : Lia Herliana
Ilustrasi: Adlina 
Penerbit : Tiga Ananda

Seri Aku Berhati-hati terdiri dari 6 seri : Asyiknya Jalan-jalan, Tamu Tak Dikenal, Ups, Licin, Didapur Mama, Awas Listrik, dan Main Yuk Dik. Tapi Arkan punya nya 5 seri aja. 1 seri lagi yang belum punya berjudul “Main Yuk, Dik”. Arkan belum punya adek lagi sih ^^”

Seri ini sangat aktual sekali, lewat membaca mengajarkan anak mengenai sikap berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.

Kalo Uminya lagi ngendarain motor salah satu pesan sponsor Arkan, “Jangan ngebut-ngebut ya Mi.”

Atau kalo nemu colokan, “Ini ada listrik nya kan, Mi? Ga boleh dipegang.”

image

Dengan tulisan yang sedikit dan ilustrasi yang eye-catching cocok sekali dibacakan untuk anak seumuran Arkan (3 tahun). Anak malah jadi ikutan cerita juga dengan melihat gambarnya. Saya selaku Umi-nya juga jadi kreatif menambah cerita setiap kali mengulang-baca buku-buku ini. Recommended 😀

Posted in Buku Anak

Seri Anak Sehat (Erlangga For Kids)

image

Seri Anak sehat terdiri dari 8 buku : Danis Kutuan, Noki Sakit Perut, Kaila Sakit Gigi, Nami Sakit Cacar, Fino Gatal-gatal, Cici Mimisan, Ela Gondongan, dan Vito Cacingan. Untuk smeentara ini Arkan baru punya 5 buku dari Seri Anak Sehat ini.

Yang paling berbekas banget di kepala Arkan ada dua buku, yaitu buku Kaila Sakit Gigi dan Fino Gatal-gatal. Minimal seminggu ada gitu 2 atau 3 kali ketemu 2 buku ini buat dibaca bareng sama Umi hihi..

Uminya jelas seneng-seneng aja, bikin Arkan rajin mandi plus rajin sikat gigi. Alhamdulillah.

image

Belum lagi bagian dalamnya yang lucu-lucu dan colorful bikin Arkan suka nambah cerita sendiri. Semua yang ada di gambar disebutin 😀 Ga nyesel belinya. Ini belinya ngacak di beberapa online book shop, jadi saya lupa dimana aja belinya ^^” Karena waktu itu ada yang ready ada yang ga. Recommended deh 🙂

Posted in Buku Anak

Playtown : A Lift-The-Flap-Book (Roger Priddy)

image

Publisher : Priddy Books 
Format : Board Book
Publish : 2014
Halaman : 16 Pages
ISBN: 9780312517373

Bisa dibilang sebagai buku anak import pertama yang Umi Arkan beli untuk Arkan. Pertama kali lihat langsung jatuh hati. Dan bener aja, begitu sampai bukunya melebihi ekspektasi. Langsung disampulin hehe.

Dengan gambar yang atraktif dan familiar bikin anak jadi tertarik buat buka sana sini, nanya sana sini. Ditambah lagi buku ini dilengkapi lebih dari 70 flaps, makin bikin kegiatan membaca makin mengasyikkan.

Sesuai judulnya, Playtown, buku ini berisi kegiatan sehari-hari masyarakat di Kota. Dipisah jadi 7 bagian. Ada kegiatan di pasar, stasiun kereta api, kebun binatang, airport, dan lain-lain. Dikemas dengan ilustrasi yang eye-catching dan colorful.

Cocok sekali untuk anak balita yang attention span nya masih sebentar-sebentar, lebih tertarik pada gambar. Buku ini juga “memaksa” orangtua untuk lebih kreatif bercerita. Recommended 🙂

image

image

*belinya di Online Bookshop akun Instagram : @storybookchildren

Posted in Buku Anak

How Did That Get in My Lunch Box? The Story of Food

Judul : How Did That Get in My Lunch Box? The Story of Food
Penulis : Chris Butterworth
Ilustrator : Lucia Gaggioti
Penerbit : Scholastic
Cetakan : Oktober 2013
Bahasa : Inggris

Walaupun tipis tapi buku ini komunikatif dan eye-catching sekali. Seperti biasa kalo Arkan suka dengan bukunya biasa minta bolak balik dibacain dan diterangin.

Bukunya mengenai alur dari mana makanan sehari-hari berasal, terutama yang ada di kotak bekal anak-anak. Mulai dari susu, keju, roti, tomat, apel sampai coklat.

Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik serta informasi yang runut dan mudah diceritakan kembali. Saya aja suka.

Sempet intip-intip di google ada lagi ga buku sejenis. Pengen beli lagi buat Arkan. Ternyata ada, judulnya Where Did My Clothes Come From? Tapi nemunya di amazon ^^”

Posted in Novel Mandarin, Novel Terjemahan, Romance

The Stolen Years (Ba Yue Chang An)

IMG_2716

Judul Buku : The Stolen Years
Penulis : Ba Yue Chang An
Penerjemah : Jeanni Hidayat
Penerbit : Penerbit Haru
Cetakan : Pertama, Januari 2016
Tebal : 348 halaman
Peresensi : Ira Marby

Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

He Man mengalami kecelakaan dan ketika tersadar dari koma-nya hal terakhir yang diingatnya adalah bahwa ia sedang berbulan madu dengan suaminya, Xie Yue.

Nyatanya He Man sudah bercerai 6 bulan yang lalu. Akibat dari kecelakaan tersebut Ia mengalami amnesia dan lupa akan 5 tahun terakhir kehidupannya.

He Man mulai mengumpulkan memori dan kenangannya yang berserakan dan susah payah ia satukan. Mengapa ia dan Xie Yue bisa bercerai, hingga bagaimana mungkin ia bisa bertengkar hebat dengan sahabat karibnya.

Namun perjalanan mengumpulkan kepingan ingatannya membawa He Man menemukan sisi lain dari hidupnya yang tak pernah ia duga.
__________________________________________

Sebelum membaca full tadinya saya mengira-ngira, apa buku ini mirip dengan film Before I Go to Sleep ya ceritanya (film Before I Go To Sleep diadaptasi dari novel dengan judul yang sama). Ternyata setelah dibaca kisahnya berbeda, walau tokoh utamanya sama-sama amnesia.

Kadang kalau saya lelah sama alur cerita suatu buku, mau ngga mau saya harus ngeluarin jurus lama untuk keluar dari penderitaan tersebut, jurus skipping. Nah, lagi-lagi, karena kadung suudzan sama sinopsisnya, tadinya saya kira bakal skip-skip baca buku ini, ternyata betah baring manis sambil nangis😂

Bukunya lumayan bikin baper. Terbukti dibeberapa bagian bikin saya meneteskan air mata, apalagi bagian ending-nya, air mata plus ingusan. Duh sedih ternyata. Apa karena tentang pernikahan ya, jadi terbawa perasaan.

Hubungan He Man dan Xie Yue meninggalkan pesan pada kita bahwa setelah menikah justru setiap pasangan wajib menjaga dan memelihara hubungan tersebut dengan ragam cara yang baik agar pernikahan tetap terisi dengan cinta yang senantiasa bersemi, tidak berujung pada rasa hambar seumur hayat atau bahkan berujung perpisahan.

Dengan segala kekurangan tokoh-tokohnya, saya tetap kagum dengan keteguhan hati He Man ditengah kebencian semua orang padanya, bahkan termasuk suami dan sahabatnya, dan juga kesabaran dan kelapangan hati Xie Yue ditengah kebenciannya pada mantan istrinya.

Jadi inget pesan Ustadz Salim A. Fillah beberapa tahun lalu di suatu kajian munakahat, beliau berkata, Jika di dalam rumah saja sudah tidak ada telinga yang mendengarkan, maka siap-siap telinga-telinga diluar yang akan mendengarkan. 5 stars.

Posted in Islamic Books

Pilih Kasih Penyakit (Abdullah Zaen, MA)

IMG_2570

Judul buku : Pilih Kasih Penyakit
Penulis : Abdullah Zaen, MA
Penerbit : Pustaka Tunas Ilmu
Tahun Terbit : Maret 2016
Halaman : 83
Peresensi : Ira Marby

Buku ringan tapi berat. Karena disampaikan dengan bahasa yang mengalir ringan, membacanya seperti sedang “mendengar” langsung ceramah Ustadz Abdullah Zaen. Merasa ditegur lewat buku ini. Nyatanya selama ini saya memang timpang sekali ketika menghadapi antara penyakit jasmani dan rohani.

Betul. Buku ini mengingatkan kita tentang betapa seringnya kita lebih abai kepada penyakit rohani alias penyakit hati yang menjangkiti kita, padahal penyakit hati ini berdampak buruk sekali pada diri sendiri dan juga orang lain. Belum lagi kerugian yang kita terima di akhirat.

Sombong, Hasad, Riya, Su’udzan dan lainnya. Penyakit-penyakit yang bahkan kadang kita tidak sadar sedang menghinggapi hati kita padahal nyatanya penyakit-penyakit tersebut bahkan jauh lebih berbahaya efeknya dibandingkan penyakit fisik.

Buku ini bertujuan untuk menyadarkan kita agar lebih adil dalam menyikapi penyakit.

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh jasad akan baik. Namun jika ia rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa segumpal daging tersebut adalah: hati.” (HR. Bukhari dan Muslim dari an-Nu’man bin Basyir ra)

Posted in Fiksi, Middle Grade, Misteri, Novel Seri, Novel Terjemahan

Lockwood & Co #3 : The Hollow Boy (Jonathan Stroud)

95612_f

Judul : The Hollow Boy (Pemuda Berongga)
Penulis : Jonathan Stroud
Alih Bahasa : Poppy D. Chusfani
Penerbit : Gramedia
Halaman : 440 Lembar
Cetakan I, 2016
ISBN : 978-602-03-2803-4

SINOPSIS

Hantu di loteng? Arwah gentayangan di kamar? Jangan takut —– ada Lockwood & Co.!

Anthony penuh pesona, George banyak akal, dan Lucy dinamis, sementara si tengkorak rajin melontarkan komentar-komentar sinis. Setelah Anthony buka-bukaan tentang masa kecilnya, suasana di antara mereka jadi lebih cair, dan Lucy semakin betah di Portland Row. Karena itu ia terkejut ketika George memperkenalkannya pada Holly Munro, asisten baru yang super efisien dan terlalu lincah sehingga menyebalkan.

Sementara itu, mereka menerima banyak laporan tentang penampakan, termasuk jejak kaki berdarah dan anak laki-laki berkilau di rumah tua. Namun, hantu sepertinya bukan masalah terbesar, sebab ada pembunuh yang berusaha melenyapkan Fittes dan Rotwell.

Berbagai kengerian menanti mereka dan, menunggu di pusat segala kekacauan itu, ada makhluk gaib yang sangat menakutkan. Mampukah Anthony dan rekan-rekannya menyisihkan masalah pribadi di antara mereka untuk menyelesaikan berbagai kasus?

REVIEW

Saking excited-nya buku ini terbit saya sampai lupa baca sinopsisnya waktu beli. Ini jelas bukan kebiasaan saya :p Setelah baca seperempat halaman baru saya keinget baca sinopsis dibelakangnya.

Di buku ketiga ini Lockwood & Co kedatangan anggota baru, Holly Munro, mantan anggota Agensi Rotwell yang diberhentikan. Setelah nama agensi mereka semakin naik daun, tawaran pekerjaan membasmi hantu-hantu pun semakin banyak, hal ini bikin mereka kewalahan, hingga akhirnya diputuskan untuk mencari anggota baru.

Dari awal bahkan sudah kecium kalo hubungan Lucy dan Holly ngga berjalan mulus, yah sesama cewek. Walaupun begitu Lucy mengakui bahwa Holly sangat berguna sekali di tim mereka.

Masing-masing karakter diseri ketiga ini mengalami peningkatan kekuatan dan pola pikir. Kemampuan Lucy diceritakan semakin meningkat pesat, bahkan cenderung tidak bisa dikendalikan lagi oleh dirinya. Akibatnya tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri, tapi juga nyawa timnya.

Lain cerita dengan Lockwood. Lockwood masih memendam misteri tentang masa lalunya, bahkan kemudian dia menghindari Lucy karena sesuatu hal. Sedangkan George, bakatnya sebagai peneliti semakin meningkat. George semakin mengukuhkan peran vitalnya dalam tim.

Kisah hantunya masih seperti biasa, khasnya Stroud. Tapi konfliknya semakin menajam. Kali ini mengenai Wabah Chelsea, dimana ada banyak hantu secara berkelompok menyerang manusia. Sayangnya setelah melalui fase-fase menegangkan saat membaca, bagian terbongkarnya misteri Wabah Chelsea ini menurut saya ngga terlalu bikin wah. Tapi tetep aja bagian akhirnya bikin penasaran, Arghh! :p Kenapaaa nggantung gituuu.  Ngga sabar nunggu buku berikutnya. Mudah-mudahan tahun depan sudah terbit. I give 5 stars.